Sosialisasi Tata Kelola Desa Dengan Aplikasi Sideka

Tanjungsari, 28 Nopember 2017. Dalam rangka menjaga keberlangsungan Desa Broadband Terpadu (DBT) untuk Desa Tanjungsari Kec. Sukahaji, faktor sumber daya manusia (SDM) mempunyai peranan penting. Untuk itu, menurut Kades Tanjungsari Bapak Tasrip “Sinkronisasi antara kegiatan pembangunan desa dengan aplikasi yang tersedia, mesti ditopang dengan SDM yang siap bekerja”.

Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa, dalam rangka pengembangan potensi desa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, yang diprakarsai oleh kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Institut Pertanian Bogor (PSP3 IPB), Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) sebagai salah satu tim pelaksana kegiatan bimbingan teknis, sedang mengembangkan program pembangunan Desa Broadband Terpadu (DBT) Tahun 2017.

Untuk menopang program tersebut, pemerintah melakukan rekrutmen penyuluh DBT sebagai jembatan (fasilitator) bagi desa-desa yang menjadi sasaran DBT. Tindak lanjutnya, para penyuluh mendapatkan bimbingan teknis selama kurang lebih 5 (lima) hari di hotel Grand Tjokro Bandung. Yang nantinya bertanggung jawab untuk menyalurkan pengetahuan tentang DBT dalam bentuk sosialisasi tata kelola desa dengan menggunakan software SIDEKA, serta melakukan pendampingan kepada aparatur desa dan masyarakat dalam pengoprasiannya. Seperti yang dilakukan oleh Gian Tantowi penyuluh DBT Desa Tanjungsari, kepada aparatur desa.

Dalam sosialisasinya, Gian memperkenalkan program Desa Broadband Terpadu kepada aparatur Desa Tanjungsari dan juga mensosialisasikan platform tata kelola desa yang dikenal dengan sebutan SIDEKA. Dengan tata kelola seperti ini, diharapkan dapat membantu aparatur desa dalam rangka pengelolaan administrasi desa yang lebih praktis dan mudah. Karena fitur-fitur yang disediakan di dalamnya sudah menyangkut data kependudukan, surat-menyurat, pemetaan desa, perencanaan, anggaran, dll.

Di akhir acara, Kades Tanjungsari berharap agar output dari sosialisasi dan Pengembangan SDM pada program DBT ini, aparatur desa, lembaga desa, serta masyarakat pada umumnya dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia berupa jaringan atau akses internet serta mampu menggunakan software/aplikasi berbasis web untuk mengoptimalkan potensi dan memecahkan permasalahan yang ada di Desa Tanjungsari.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan