FGD ASSESMENT BDT TAHUN 2017

Kegiatan FGD Assessment Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat Tahun 2017

Tanjungsari, 18 Oktober 2017. Dalam rangka Kegiatan Assessment Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu 2017,  Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) dan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI)  yang bekerjasama dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (PPSP3-LPPM IPB) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Balai Desa Tanjungsari Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka provinsi Jawa Barat.

Desa Tanjungsari menjadi salah satu desa yang terpilih dalam Assessment Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu Tahun 2017 diantara 222 desa di seluruh Nusantara Indonesia. Dengan narasumber Bapak H. Irman Meilandi selaku direktur BP2DK yang dihadiri oleh 20 orang peserta dari yang diundang musyawarah sebanyak 15 orang dari perwakilan desa (unsur Perangkat Desa, BPD, LPM, PKK, Karang Taruna, Kelompok Tani, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan masyarakat).

Pada sambutannya Kepala Desa Tanjungsari Bapak Tasrip menyambut baik dengan adanya acara FGD Kegiatan Assesment Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu 2017 ini dan berharap kepada seluruh perangkat desa, lembaga desa serta masyarakat secara umum untuk lebih menjalin sinergitas baik di dalam penyelenggaraan pemerintah desa maupun dalam pembangunan desa. Kepala Desa Juga berharap kepada Kominfo untuk lebih memberikan sarana parasarana yang mendukung, salah satunya kecepatan bandwith koneksi internet yang ada di Desa Tanjungsari kurang maksimal sehingga menghambat kinerja pemerintah desa.

Adapun pada forum ini membahas tentang identifikasi profil desa, data sekunder desa yakni  mengenai luas wilayah dan jumlah peduduk 5 tahun terakhir, pola ekologi desa,  sasaran kebutuhan dasar desa, tipologi desa dan strategi pengembangan desa broadband terpadu dalam platform tatakelola desa serta pemanfaatan broadband itu sendiri untuk masyarakat. Dari hasil FGD juga mendapat kesimpulan bahwa Desa Tanjungsari memiliki kategori desa berkelanjutan, dalam artian pencapaian target pembangunan desa, kemampuan teknis dan manajerial komunitas di Desa Tanjungsari telah terlaksana dengan baik serta tatakelola desa sudah dilakukan dengan baik dan transparan serta partisipatif. Harapannya, dengan adanya Desa Broadband Terpadu juga dapat membantu dalam pembangunan desa, tentunya bermanfaat untuk masyarakat desa itu sendiri.

Foto-foto terkait kegiatan:

Foto Fonxs LV Videography.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan