KKN-T IPB Menorehkan Kenangan Indah

“Setiap pertemuan mesti ada perpisahan, namun perpisahan yang bermakna yang akan menorehkan kenangan manis dan harapan”. Kalimat inilah yang menjadi kesan perpisahan warga desa, pemerintahan desa dan lembaga desa serta tokoh-tokoh masyarakat Desa Tanjungsari dengan Mahasiswa KKN-T IPB Bogor Tahun 2017

Tanjungsari – Sabtu, 26 Agustus 2017. Kuliah Kerja Nyata – Tematik dari Institut Pertanian Bogor (KKN-T IPB) menjadikan Desa Tanjungsari sebagai sasaran praktek untuk menimba pengalamannya, menurut salah satu peserta KKN-T “Desa Tanjungsari banyak menyimpan banyak potensi yang perlu digali dan dikembangkan, sehingga menarik untuk dikunjungi dan dijadikan sasaran KKN-T”. Maka pada tanggal 17 Juli 2017, rekan-rekan mahasiswa dari IPB mulai memapakan kakinya di Desa Tanjungsari yang diawali dengan ramah tamah dengan aparatur Pemerintah Desa. Menurut rencana KKN-T IPB Bogor akan dilaksanakan selama 40 (empat puluh) hari dari tanggal 17 Juli s.d 26 Aguatus 2017 dengan memfokuskan pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang melibatkan jumlah peserta sebanyak 7 orang yaitu:

  1. Naufan Fadillah (H14140052),
  2. Dini Rosyana (D14140121),
  3. Ummu Imara Batubara (H24140048),
  4. Andia Putra Praja (H34140050),
  5. Intan Malina Ahadiyah (H34140142),
  6. Hazrina Khairani (H44140024) dan
  7. Anggun Puji R. (H54140033).

Dihari kedua, rekan-rekan mahasiswa KKN-T IPB Bogor mulai petualangannya dengan menyisir wilayah desa untuk mendapatkan data riil mengenai potensi UKM yang ada di Desa Tanjungsari. Dari hasil penelusuran yang telah dilakukan diperoleh data UKM, diantaranya : pengrajin anyaman, pengrajin opak, pengrajin daur ulang sampah plastik, pengrajin daur ulang nasi aking, pengrajin batu alam, pengrajin kusen beton, pengrajin kusen kayu serta peternak domba. Disamping data UKM ada pula potensi alam yang dimiliki Desa Tanjungsari diantaranya : potensi wisata curug ciborete, wisata curug cigintung, wisata religi buyut kudang serta potensi-potensi alam lainnya. Data riil tersebut di tayangkan pada acara Lokakarya 1 yang mengambil tempat di Aula Kecamatan Sukahaji, dari rentetan potensi yang ada rekan-rekan mahasiswa mengambil sample untuk dijadikan fokus garapan KKN-T Tahun 2017, yaitu : pengrajin opak serta peternak domba.

Target pertama pengrajin opak, dalam hal ini hasil produksi opak Mak Onding. Selama ini produksi yang dihasilkan Mak Onding hanya untuk memenuhi pesanan saja dengan volume 500 s.d 1.000 buah per hari. Rekan-rekan mahasiswa KKN-T IPB merasa tertarik untuk terjun langsung dengan ikut terlibat dari mulai proses pembuatan awal hingga menjadi sebuah opak yang siap dikonsumsi. Dari hasil penelitiannya, tercetus sebuah inovasi baru untuk memberikan aneka rasa opak. Ada beberapa rasa varian opak hasil penelitian mahasiswa diantaranya original, BBQ, balado dan keju. Hal ini dimaksudkan agar produksi opak tersebut dapat diterima oleh konsumen secara luas. Disamping membuat inovasi rasa rekan-rekan mahasiswa juga mempraktekkan cara pengemasan sampai pada memfasilitasi pemasarannya, dengan cara membuat website pemasaran. Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh rekan-rekan mahasiswa KKN-T IPB Bogor harapan kedepan produksi opak yang ada di Desa Tanjungsari dapat memberikan nilai tambah bagi para pengrajin khususnya, umumnya dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

Target kedua adalah para peternak domba. Pada beberapa kelompok ternak yang ada di Desa Tanjungsari. selama ini hanya mengandalkan pakan yang disediakan oleh alam, sehingga berdampak pada kurangnya ketersediaan pakan terutama pada musim-musim kemarau. Menurut salah satu peserta KKN-T IPB Bogor “Hal ini yang mejadikan tantangan bagi kami untuk memberikan solusi baru untuk memberikan pakan permentasi atau yang di sebut Silase. Pakan tersebut berupa campuran limbah padi dengan air gula yang disimpan beberapa hari”. “Semoga dengan pakan permentasi ini dapat memberikan solusi tentang keterbatasan pakan yang selama ini menjadi keluhan para peternak” lanjutnya.

Puncak kegiatan adalah loka karya 2 yang diselenggarakan di Kabupaten Majalengka. Namun dikarenakan Pemerintah Desa Tanjungsari bersama warganya mengharapkan adanya moment perpisahan, maka loka karya tersebut dilanjutkan di halaman desa bersama warga dan pemerintah Desa Tanjungsari. Pada Acara tersebut Kepala Desa Tanjungsari (Bpk. Tasrip) mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan kepada rekan-rekan mahasiswa IPB yang telah melaksanakan KKN-T di desa. “Kebersamaan kita kami rasa belum cukup, namun kami semua dapat mengambil pelajaran yang berharga dari adik-adik mahasiswa. Adik-adiku perpisahan ini jangan dijadikan perpisahan untuk selamanya, namun perpisahan yang akan mempertemukan kembali sebagai saudara. Kami telah menganggap adik-adik mahasiswa ini menjadi bagian dari kami, karena dengan kehadirannya kita banyak memperoleh ilmu baru. Semoga apa yang adik-adik mahasiswa berikan pada kami, dapat dijalankan dengan baik oleh warga kami. Terima kasih, selamat jalan semoga bertemu kembali di lain waktu”. tutupnya.

 

Jangan Lupa Tonton Video Kegiatan KKN-T IPB Bogor, klik disini

Foto-foto terkait Kegiatan KKN-T IPB Bogor:

6 Comments

Tinggalkan Balasan