Menelusuri Jejak Adat Istiadat Desa Tanjungsari

Tanjungsari – Pada tanggal 14 Maret 2017 bertempat di Kantor Desa Tanjungsari telah dilaksanakan Pembinaan Lembaga Desa, Adat Istiadat serta Sosial Budaya oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Majalengka. Acara di mulai dari jam 09.00 s.d 13.00 dengan peserta yang hadir dari unsur muspika, DPMD,  Pemerintah Desa, BPD, Lembaga Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta unsur perempuan

Acara tersebut diawali dengan pemaparan informasi tentang adat istiadat sosial budaya yang pernah ada baik yang masih terpelihara, disesuaikan maupun sudah ditinggalkan. Dari penelusuran adat istiadat serta sosial budaya yang pernah ada di Desa Tanjungsari tercatat sebanyak 13 item. Diantara 13 item tersebut yang masih terpelihara seperti: pancen serta pamajeg, haolan, sedangkan telah menyesuaikan dengan kultur agama dan budaya lokal seperti: pencak silat, upacara perkawinan, upacara kehamilan, upacara sebelum penyembelihan hewan qur’ban, maulid nabi, isro mir’aj, 1 syawal, upacara gerhana serta yang telah ditinggalkan seperti: upacara mapag sri, upacara slametan, upacara ruatan dan permainan anak-anak (tokle, jegongan, dll).

Dalam sambutannya Bapak Tarsip selaku Kepala Desa Tanjungsari mengemukakan “Adat istiadat serta sosial budaya banyak yang sudah ditinggalkan, hal ini dikarenakan adanya sisipan dari budaya islam serta budaya kekinian. Pada dasarnya orang-orang beranggapan bahwa adat istiadat serta budaya tersebut tidak lagi relevan dengan ajaran islam dengan kata lain kegiatan tersebut dianggap peninggalan kepercayaan animisme dan dinamisme” tandasnya.

Sementara pembicara dari DPMD Kabupaten Majalengka lebih menekankan pada pemeliharaan serta penginventarisiran adat istiadat serta sosial budaya. “Untuk legalitas pemeliharaan adat istiadat serta sosial budaya tersebut sebaiknya diperdeskan.”

Demikian, harapan pemerintah Desa Tanjungsari untuk memperlihatkan jati dirinya dalam menyogsong era globalisasi dapat menampilkan ciri khas berupa desa yang mempunyai adat istiadat serta sosial budaya sendiri.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan